Selasa, 03 Januari 2017

Ilmu Ukur Tanah


Surveying ialah suatu ilmu untuk menentukan posisi suatu titik di permukaan bumi.

Plane Surverying
            Kelas pengukuran dimana permukaan bumi dianggap sebagai bidang datar, artinya adanya faktor kelengkungan bumi tidak diperhitungkan.

Geodetic Surveying
            Kelas pengukuran dimana permukaan bumi dianggap sebagai bola, artinya adanya factor kelengkungan bumi harus diperhitungkan.

Ruang Lingkup Ilmu Ukur Tanah, meliputi :
1.      Pengukuran mendatar (Horizontal)
-          Penentuan posisi suatu titik secara mendatar
2.      Pengukuran tinggi (Vertikal)
-          Penentuan beda tinggi antar titik

Implikasi praktis pada pekerjaan Teknik Sipil :
-          Bangunan gedung
-          Irigasi
-          Jalan raya
-          Kereta api, dll.

JENIS PETA
Peta bisa dijeniskan berdasarkan isi, skala, penurunan serta penggunaannya.
Peta berdasarkan isinya:
1. Peta hidrografi: memuat informasi tentang kedalaman dan keadaan dasar laut serta informasi
    lainnya yang diperlukan untuk navigasi pelayaran.
2. Peta geologi: memuat informasi tentang keadaan geologis suatu daerah, bahan-bahan  
    pembentuk   tanah dll. Peta geologi umumnya juga menyajikan unsur peta topografi.
3. Peta kadaster: memuat informasi tentang kepemilikan tanah beserta batas dll-nya.
4. Peta irigasi: memuat informasi tentang jaringan irigasi pada suatu wilayah.
5. Peta jalan: memuat informasi tentang jejaring jalan pada suatu wilayah
6. Peta Kota: memuat informasi tentang jejaring transportasi, drainase, sarana kota dll-nya.
7. Peta Relief: memuat informasi tentang bentuk permukaan tanah dan kondisinya.
8. Peta Teknis: memuat informasi umum tentang tentang keadaan permukaan bumi   
    yang   mencakup kawasan tidak luas. Peta ini dibuat untuk pekerjaan perencanaan teknis  
    skala 1 : 10 000 atau lebih besar.
9. Peta Topografi: memuat informasi umum tentang keadaan permukaan bumi beserta
    informasi ketinggiannya menggunkan garis kontur. Peta topografi juga disebut sebagai peta
    dasar.
10. Peta Geografi: memuat informasi tentang ikhtisar peta, dibuat berwarna dengan skala lebih
      kecil dari 1 : 100 000.

PETA BERDASARKAN SKALANYA :
Peta skala besar: skala peta 1 : 10 000 atau lebih besar.
Peta skala sedang: skala peta 1 : 10 000 - 1 : 100 000.
Peta skala kecil: skala peta lebih kecil dari 1 : 100 000.

PETA BERDASARKAN PENURUNAN DAN PENGGUNAAN
Peta dasar: digunakan untuk membuat peta turunan dan perencanaan umum maupun pengembangan suatu wilayah. Peta dasar umunya menggunakan peta topografi.
Peta tematik: dibuat atau diturunkan berdasarkan peta dasar dan memuat tema-tema tertentu.
Arti penting peta (IUT) dalam Teknik Sipil (Rekayasa)
Informasi yang terdapat dalam peta :
Merupakan miniature bentang alam dari daerah yang terpetakan jarak, arah, beda tinggi dan kemiringan dari suatu tempat ke tempat lainnya. Arah aliran air permukaan dan daerah tangkapan hujan
Unsur-unsur atau objek yang tergambar di lapangan
Perkiraan luas suatu wilayah
Posisi suatu tempat secara relatif
Jaringan jalan dan tingkat atau kelasnya
Penggunaan lahan, dll.

3 Cara satuan untuk menyatakan sudut :
-          Cara Seksagesimal, satu lingkaran dibagi menjadi 360 bagian, satu bagiannya disebut derajat.
-          Cara Sentisimal, satu lingkaran dibagi menjadi 400 bagian, satu bagiannya disebut grade.
-          Cara radian, 1 radian = sudut pusat yang berhadapan dengan bagian busur yang panjangnya sama dengan jari-jari lingkaran.

Sumber :
http://belajar-teknik-sipil.blogspot.co.id/2010/03/ilmu-ukur-tanah.html
Catatan pribadi penulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar