Sabtu, 18 Juni 2016

Korelasi Manusia dan Harapan

KATA PENGANTAR
            Alhamdulillah puji syukur atas kehadirat Allah SWT sehingga dengan rahmatNya lah  tugas makalah “Korelasi Manusia dan Harapan”  mata kuliah Ilmu Budaya Dasar sudah dapat diselesaikan dengan baik.
            Penyusun mengusung judul tersebut karena sesuai dengan tema utamanya yaitu Manusia dan Harapan
            Penyusunan makalah ini untuk tugas makalah Ilmu Budaya Dasar Universitas Gunadarma, Karena penyusunan makalah ini tidaklah sempurna saya selaku penyusun meminta saran dan kritik supaya ke depannya kesalahannya dapat di minimalisir lagi.
           

Jakarta, Juni 2016


                                                                                                                Ashar Muallidiniyah
2

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………2
DAFTAR ISI………………………………………………………….………………………..3
BAB 1 PENDAHULUAN……………………………………………………………………...4
1.1  Latar Belakang………………………………………………………………………….…...4
BAB 2 PEMBAHASAN………………………………………………………………….……5
2.1 Penyebab manusia mempunyai harapan…………………………………………………….5
2.2 Kepercayaan……………………………………………………………………………..….8
BAB 3 PENUTUP…………………………………………………………………………….10
3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………………………10
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………11

3

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Harapan bergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya harapan tergantung pada usaha orang yang memiliki harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan terhadap diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh.
Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Harapan berasal dari kata ‘harap’ yang artinya keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian hal ini menyangkut masa depan.
Contoh :
Ø  Budi seorang mahasiswa STMIK Gunadarma, ia rajin belajar dengan harapan di dalam ujian semester mendapatkan angka yang baik
Ø  Hadir seorang wiraswasta yang rajin. Sejak mulai menggarap usahanya ia mempunyai harapan usahanya menjadi besar dan maju. Ia yakin usahanya menjadi kenyataan, karena itu berusaha bersungguh-sungguh dengan usahanya.
Dari kedua contoh tersebut dapat terlihat Budi dan Hadir mempunyai sebuah harapan.
Persamaan harapan dan cita-cita :
Ø  Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud
Ø  Pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.

4

BAB 2
PEMBAHASAN
 2.1 Penyebab manusia mempunyai harapan
Menurut kodrat manusia adalah makhluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Ada 2 hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
Dorongan Kodrat
      Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.
      Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan. Contoh : Pertunjukan lawak, orang yang menonton pertunjukan lawak, ia ingin tertawa dan pemeran pun berharap penonton tertawa. Apabila penonton tidak tertawa, harapan kedua belah pihak gagal, justru sedihlah mereka.
      Kodrat juga terdapat pada binatang dan tumbuhan- tumbuhan, karena binatang dan tumbuhan perlu makan, berkembang biak dan mati. Yang mirip dengan kodrat manusia ialah kodrat binatang, walau bagaimanapun juga besar sekali perbedaannya. Perbedaan antara kedua makhluk itu, ialah bahwa manusia memiliki budi dan kehendak. Budi ialah akal, kemampuan untuk memilih. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan, sebab bila orang akan memilih, ia harus mengetahui lebih dahulu barang yang dipilihnya. Dengan budinya manusia dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk,  mana yang benar dan mana yang salah.
      Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat atau hidup bersama dengan manusia lain.

5

Dengan kodrat ini, maka manusia mempunyai harapan.
Dorongan kebutuhan hidup
      Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besarnya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.
      Kebutuhan jasmani misalnya : makan, minum, pakaian, rumah. (sandang, pangan, dan papan). Ketenangan, hiburan dan keberhasilan.
      Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan, kemampuan manusia sangat terbatan, baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya.
      Dengan adanya dorongan kodrat  dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
      Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah :
a.       Kelangsungan hidup (survival)
b.      Keamanan (safety)
c.       Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d.      Diakui lingkungan (status)
e.       Perwujudan cita-cita (self actualization)
Kelangsungan hidup (survival)
            Untuk melangsungkan hidupnya manusia membutuhkan sandang, pangan, dan papan (tempat tinggal). Kebutuhan kelangsungan hidup ini terlihat sejak bayi lahir.
            Setiap bayi begitu lahir di bumi menangis ; ia telah mengharapkan diberi makan/minum. Kebutuhan akan makan/minum ini terus berkembang sesuai dengan perkembangan hidup manusia.

6

Sandang, semula hanya berupa perlindungan/ keamanan, untuk melindungi dirinya terhadap cuaca. Tetapi dalam perkembangan hidupnya, sandang tidak hanya sebagai perlindungan keamanan, tetapi lebih cenderung kepada kebutuhan lain.
            Papan yang dimaksud adalah tempat tinggal atau rumah. Rumah kebutuhan primer manusia, karena rumah itu sebagai tempat berlindung.
            Untuk mencukupi kebutuhan pangan, sandang, dan papan itu, maka manusia sejak kecil telah mulai belajar. Dengan pengetahuan yang tinggi harapan memperoleh pangan, sandang, dan papan yang layak akan terpenuhi. Atau setiap manusia perlu kerja keras dengan harapan apa yang diinginkan ; pangan, sandang, papan yang layak akan terpenuhi.
Keamanan
            Setiap orang membutuhkan keamanan. Sejak seorang anak lahir ia telah membutuhkan keamanan. Begitu lahir, dengan suara tangis, itu pertanda minta perlindungan. Setelah agak besar, setiap anak menangis dia akan diam setelah dipeluk ibunya. Setelah bertambah besar ia ingin dilindungi. Rasa aman tidak harus diwujudkan dengan perlindungan yang nampak, secara moral pun orang lain dapat memberi rasa aman. Dalam hal ini agama sering merupakan cara memperoleh keamanan moril bagi pemiliknya. Walaupun secara fisik keadaannya dalam bahaya, keyakinan bahwa Tuhan memberikan perlindungan berarti sudah memberikan keamanan yang diharapkan.
Hak dan kewajiban dicintai dan mencintai
            Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban. Dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajiban. Karena itu tidak jarang anak-anak remaja mengatakan kepada ayah dan ibu. “Ibu ini kok menganggap Reny masih kecil saja, semua diatur!” Itu suatu pertanda bahwa anak itu telah tambah kesadaran aka hak dan kewajibannya.
            Bila seorang telah menginjak dewasa, maka ia merasa sudah dewasa, sehingga sudah saatnya mempunyai harapan untuk dicintai dan mencintai. Pada saat itu, biasanya terjadi konflik batin pada dirinya dengan pihak orang tua. Sebab umumnya remaja mulai menentang sifat-sifat orang tua yang dianggap tidak sesuai dengan alamnya.

7

Status
            Setiap manusia membutuhkan status. Siapa, untuk apa, mengapa manusia hidup. Dalam lagu “untuk apa” ada lirik yang berbunyi “aku ini anak siapa, mengapa aku ini dilahirkan”. Dari bagian lirik itu kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa setiap manusia yang lahir di bumi  ini tentu akan bertanya tentang statusnya.
Perwujudan Cita-cita
            Selanjutnya manusia berharap diakui keberadaannya sesuai dengan keahliannya atau kepangkatannya atau profesinya. Pada saat itu manusia mengembangkan bakat atau kepandaiannya agar ia diterima atau diakui kehebatannya.
2.2 Kepercayaan
            Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan ialah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Ada ucapan yang sering kita dengar.
-          Ia tidak percaya pada diri sendiri
-          Saya tidak percaya ia berbuat seperti itu atau berita itu kurang dapat dipercaya
-          Bagaimana juga kita harus percaya kepada pemerintah
-          Kita harus percaya akan nasehat-nasehat kyai itu, karena nasehat-nasehat itu diambil dari ajaran al-Qur’an
      Dengan contoh berbagai kalimat yang sering kita dengar dalam ucapan sehari-sehari itu,
maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran.
            Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang, bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karena orang lain itu dapat dipercaya.
Kebenaran
            Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya, karena ia mempunyai arti khusus bagi hidupnya. Dalam tingkah laku, ucapan, perbuatan manusia selalu
8

berhati-hati agar mereka tidak menyimpang dari kebenaran. Manusia sadar bahwa ketidakbenaran bertindak maupun berucap dapat mencemarkan nama baiknya.
            Jelaslah bagi kita, bahwa kebenaran atau benar merupakan kunci kebahagiaan manusia. Itulah sebabnya manusia selalu berusaha mencari mempertahankan, memperjuangkan kebenaran.

9

BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
            Setiap manusia mempunyai suatu harapan yang dapat diperjuangkan. Harapan tersebut dapat diakses dengan ikhtiar dan doa. Manusia mempunyai harapan karena sudah menjadi kodratnya dari lahir dan dorongan kebutuhan hidup yang menyebabkan antar sesama manusia saling membutuhkan satu sama lain.
            Percaya bahwa hidup itu adil dan mempergunakannya di jalan kebenaran merupakan suatu tujuan hidup sebenarnya, karena tanpa kebenaran kita tidak akan merasa tentram.
10

DAFTAR PUSTAKA
bab11-manusia_dan_harapan.pdf (Journal)

11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar