|
|
Disusun Oleh :
- Ashar Muallidiniyah
KELAS :
- 1 TA 02
NPM :
- 11315087
Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan
Universitas Gunadarma
Tahun 2015-2016
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur
atas kehadirat Allah SWT sehingga dengan rahmatNya lah
tugas makalah “Manusia
dan Kebudayaan” mata kuliah Ilmu Budaya Dasar dapat diselesaikan dengan baik.
Terima kasih tak lupa
saya ucapkan kepada Bapak Dosen Emilianshah atas kesempatannya
memberikan tugas makalah
ini.
Penyusunan makalah ini
semata-mata untuk tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar
Universitas Gunadarma.
Penyusunan makalah ini masih jauh dari kata
sempurna, sehingga penyusun mengharap
kritik dan saran dari
pembaca agar pembuatan makalah selanjutnya menjadi lebih baik.. Semoga
makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca.
Jakarta,
Maret 2016
Penyusun
2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.…………...…………………………………………………………2
DAFTAR ISI…………...……………………………………………………… ………....3
Bab 1 Pendahuluan..………………………………………………………… ……………4
1.1 Latar Belakang……………...…………………………… ……………………………4
1.2 Rumusan Masalah……………………………………………… ……………………..4
1.3 Tujuan Penulisan……………...………………………… …………………………….4
Bab 2 Pembahasan………………...…………………………… …………………………5
2.1 Pengertian Manusia………………………………………… …………………………5
2.2 Pengertian Manusia Menurut
Para Ahli……………………… …………….…………5
2.3 Pengertian Kebudayaan………………………....…………… ……………………….6
2.4 Pengertian
Kebudayaan menurut para ahli…………………… ………………………6
2.5 Kaitan Manusia dan kebudayaan…………………………… …...……………………6
Bab 3 Penutup………………………………………..………… …………………………8
3.1 Kesimpulan…………………………………………………… ………………………8
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………… ………………………..9
3
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang
tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang
paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya
secara turun menurun.
Kebudayaan
berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan
akal manusia. Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan
mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang
terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari,
kebudayaan itu bersifat abstrak.
Secara sederhana hubungan antara manusia dengan
kebudayaan ketika manusia sebagai perilaku kebudayaan,dan kebudayaan tersebut
merupakan objek yang dilaksanakan sehari-hari oleh manusia
1.2
Perumusan Masalah
-
Apa yang dimaksud
Manusia secara umum dan menurut ahli
-
Apa itu kebudayaan
secara umum dan menurut ahli
-
Kaitan budaya
dengan manusia
1.3
Tujuan Penulisan
Penulisan
makalah bertujuan untuk menyelesaikan tugas Ilmu Budaya Dasar yang mengangkat
tema mengenai “Manusia dan budaya”. Tujuan dari penulisan ini antara lain :
1. Memenuhi
tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar
2. Memahami
pengertian dari manusia dan kebudayaan
3. Mampu
menjelaskan huubungan manusia dan kebudayaan
4. Mampu
menjelaskan mengapa manusia sangat berkaitan dengan budayanya
4
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin),
yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk ang berakal budi (mampu
menguasai makhluk lain).
Secara
umum manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan orang lain, oleh
karena itu manusia senantiasa membutuhkan interaksi dengan manusia
yang lain.
Manusia
adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk
material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia
sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.
2.2 Pengertian Manusia Menurut Para Ahli
Berikut ini adalah
pengertian dan definisi manusia menurut beberapa ahli:
NICOLAUS D. & A.
SUDIARJA
Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.
Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.
ABINENO J. I
Manusia adalah “tubuh yang berjiwa” dan bukan “jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana”.
Manusia adalah “tubuh yang berjiwa” dan bukan “jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana”.
UPANISADS
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik.
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik.
SOKRATES
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar.
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar.
KEES BERTENS
Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan.
Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan.
I WAYAN WATRA
Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa.
Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa.
OMAR MOHAMMAD AL-TOUMY
AL-SYAIBANY
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.
ERBE SENTANU
Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain.
Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain.
PAULA J. C & JANET W.
K
Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.
Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.
5
2.3 Pengertian Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang
merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai
hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan
dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke
generasi.
2.4 Pengertian Kebudayaan menurut para ahli
Kebudayaan sangat erat
hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski
mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan
oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat
itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan
sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain,
yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink,
kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu
pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan
lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual, dan artistik yang
menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor,
kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung
pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan
kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan, dan
Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta
masyarakat.
2.5 Kaitan Manusia dan
kebudayaan
Secara
sederhana hubungan antara manusia dengan kebudayaan ketika manusia sebagai
perilaku kebudayaan,dan kebudayaan tersebut merupakan objek yang dilaksanakan
sehari-hari oleh manusia
Contoh-Contoh Hubungan
Antara Manusia dengan Kebudayaan
1)
Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
Contoh: Adat-istiadat
melamar di Lampung dan Minangkabau. Di Minangkabau biasanya pihak permpuan yang
melamar sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang melamar.
2)
Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda ( urban dan rural ways of life)
Contoh: Perbedaan anak
yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota
bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara
teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya pada
diri sendiri dan sikap menilai ( sense of value )
6
3)
Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial
Di masyarakat dapat
dijumpai lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan
menengah. Misalnya cara berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa sehari-hari dan
cara mengisi waktu senggang. Masing-masing kelas mempunyai kebudayaan yang
tidak sama, menghasilkan kepribadian yang tersendiri pula pada setiap individu.
4)
Kebudayaan khusus atas dasar agama
Adanya berbagai masalah
di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan
umatnya.
5)
Kebudayaan berdasarkan profesi
Misalnya: kepribadian seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul. Contoh lain seorang militer mempunyai kepribadian yang sangat erat hubungan dengan tugas-tugasnya. Keluarganya juga sudah biasa berpindah tempat tinggal.
Misalnya: kepribadian seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul. Contoh lain seorang militer mempunyai kepribadian yang sangat erat hubungan dengan tugas-tugasnya. Keluarganya juga sudah biasa berpindah tempat tinggal.
7
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Hubungan Manusia dan Budaya bisa dikatakan sama halnya
dengan Hubungan manusia dan Masyarakat dalam sudut pandang lain. Manusia dan
kebudayaan atau manusia dan masyarakat oleh karena itu mempunyai hubungan
keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada kondisi saat ini kita tidak dapat
lagi membedakan mana yang lebih awal muncul antara manusia dan kebudayaan.
Manusia sebagai makhluk yang
berbudaya tidak lain adalah makhluk yang senantiasa mendayagunakan akal budinya
untuk menciptakan kebahagiaan, karena yang membahagiakan hidup manusia itu
hakikatnya sesuatu yang baik, benar dan adil maka hanya manusia yang selalu
berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran, dan keadilan sajalah yang berhak
menyandang gelar manusia berbudaya. Manusia tidak lepas dari budayanya, dan
begitupun sebaliknya.
8
DAFTAR PUSTAKA
https://parkjiyoung.wordpress.com/2013/01/07/hubungan-manusia-dan-kebudayaan/
https://abdulaziz96.wordpress.com/2015/03/17/pengertian-manusia/
http://historikultur.blogspot.co.id/2015/02/pengertian-budaya-dan-kebudayaan.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
9
Tidak ada komentar:
Posting Komentar