Kamis, 10 November 2016

Cara menghafal dengan cepat dan tepat


Berikut adalah caranya :

1. Segarkan dirimu
Tips cara menghafal cepat dan tidak mudah lupa yang pertama adalah dengan mengetahui waktu dimana kekuatan otakmu bisa keluar 100%, ada yang mudah menghafal saat tengah malam, ada yang pada pagi hari, sore hari, atau sebelum tidur. Temukan yang mana yang paling cocok untukmu.

Selain itu buat dirimu dan otakmu segar agar lebih mudah berkonsentrasi, lebih bersemangat, dan lebih kuat hafalan. Salah satu caranya adalah dengan mandi.

2. Mempersiapkan segala sesuatunya

Kita akan mulai dari langkah pertama yaitu dengan mengoptimalkan menghafal dengan memperhatikan lingkungan yang akan kita pilih. Bagi kebanyakan orang, persiapan tersebut biasanya dilakukan dengan memilih daerah yang benar-benar aman dari gangguan sehingga mereka lebih bisa berkonsentrasi. Namun beberapa orang juga bisa melakukannya di tempat-tempat umum yang ramai. Cobalah mencari tempat yang paling kondusif untuk belajar dan memulai.

3. Menghafal membutuhkan motivasi

Ada dua jenis stres yang dikenal dalam dunia kesehatan yaitu, stres yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan dan stres yang dapat membuat kita semakin sehat.

Stres yang membuat kita menjadi semakin sehat dan pintar adalah dengan memaksakan diri terutama melalui semangat dan motivasi. Stres akan menyebabkan hormon adrenalin kita terpompa sehingga kemampuan yang kita miliki akan keluar semuanya.

Begitu juga jika kamu ingin cepat menghafal, kamu harus memiliki motivasi yang bisa mendorong dan mengeluarkan semua kekuatan otakmu.

4. Beberapa orang membutuhkan doping

Doping yang saya maksud bukanlah doping sebenarnya berupa obat-obatan yang terlarang, melainkan seseorang terkadang bisa meningkatkan kemampuan memori dengan mengkonsumsi sesuatu misalnya minum teh, minum kopi, atau sesuatu yang segar. Beberapa orang mungkin bisa berkonsentrasi dengan baik setelah mengkonsumsi coklat.

Mekanisme kekuatan otak untuk mengingat informasi sebenarnya berasal dari neuron dan sinapsis. Sinopsis bekerja dengan cara mengulang, mengulang, dan terus mengulang sehingga otak bisa menghafal.

Namun kamu juga harus tahu bahwa, seiring bertambahnya usia, berbagai bahan kimia beracun yang masuk ke dalam tubuh kita dapat merusak sinopsis dan neuron yang menyebabkan kita kehilangan banyak memori. Menurut banyak ahli kesehatan, teh hijau adalah salah satu minuman yang mengandung senyawa tertentu yang akan menjaga sel-sel otak agar bisa bekerja dengan baik dan dalam jangka waktu yang lama.

Jadi, di sini kamu dianjurkan untuk minum teh hijau sebelum mulai menghafal.

5. Catat kembali apa yang kamu hafal

Cara menghafal cepat dan tidak mudah lupa adalah dengan mencatat kembali semua informasi yang sudah melekat di otakmu untuk di ikat lebih kuat lagi. Atau kamu juga bisa memanfaatkan smartphonemu untuk merekam apa saja yang sudah kamu hafal dan apa saja yang kamu lewatkan. Cara ini adalah cara paling mudah untuk mengevaluasi semua hafalanmu. Selain itu, dengan mengucapkannya kembali akan memaksa otak bekerja lebih keras untuk mengingat.

6. Tulis terlebih dahulu sebelum memulai menghafal

Teknik ini juga banyak diterapkan oleh mereka yang lebih mudah mengingat pada saat mereka melihat gambar.

Caranya, terlebih dahulu kamu harus menulis semua yang akan kamu hafal. Kemudian, setelah kamu merasa akrab dengan apa yang akan kamu hafalkan tersebut, kamu bisa membantunya dengan membacanya kembali. Setelah itu barulah mulai dihafal.

7. Menghafal dengan memanfaatkan sticky notes

Sticky note biasanya dijual dengan beberapa pilihan warna dan sebaiknya kamu menyiapkan, misalnya 3-4 warna.

Apa yang telah kamu hafalkan tulis kembali pada lembar-lembar sticky note dengan warna yang berbeda-beda. Cara ini sangat ideal untuk pelajar yang mudah menerima pelajaran saat melihat gambar.
Kamu bisa menggunakan kode warna untuk membedakan subjek yang kamu hafalkan. Sehingga informasi yang kamu simpan di otak akan mengikuti kelompok-kelompok tertentu.

8. Terapkan langkah pengulangan

Untuk setiap baris teks, bisa kamu ulangi beberapa kali hingga kamu benar-benar menghafalnya sebelum berpindah ke teks yang lain.

Cara ini biasanya dapat membantu mencegah agar ingatan tidak memudar dalam waktu singkat. Karena semakin banyak kita mengulang, maka hafalan akan semakin kuat.

9. Ajarkan kepada seseorang atau kepada dirimu

Apabila kamu ingin menghafal dengan cepat dan tidak mudah lupa, teknik mengajarkan apa yang sudah kamu hafal kepada seseorang atau langsung mempraktekkannya kepada dirimu sendiri misalnya dengan berbicara sendiri di depan kaca atau dengan memperagakan seolah-olah kamu sedang mengajar akan membantumu untuk mengingat lebih kuat dan membuat otakmu tidak mudah lupa.

10. Manfaatkan rekaman

Kamu bisa merekam semua yang akan kamu hafal kemudian dengarkan rekaman tersebut sesering mungkin. Cara ini sangat efektif bagi mereka yang terbiasa belajar dengan cara mendengar.

11. Jangan lupa beristirahat

Rahasia seseorang yang bisa menghafal dengan cepat dan tidak mudah lupa, salah satunya adalah dengan mengistirahatkan otak. Kamu harus tahu kapan otak membutuhkan istirahat.

Beberapa ahli kesehatan mengatakan bahwa, mengambil tidur siang, entah itu satu jam atau setengah jam memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap memori. Jadi, jika kamu memiliki waktu beristirahat pada siang hari, cobalah untuk rutin tidur walaupun hanya setengah jam.


Sumber : http://www.teknikhidup.com/produktivitas/cara-menghafal-cepat-dan-tidak-mudah-lupa

Semen


Pengertian Semen
  Semen merupakan salah satu komponen penting dalam pembangunan bangunan permanen baik sederhana maupun bertingkat.Semen merupakan perekat non organik dan biasa digunakan bersama-sama dengan pasir, agregat atau bahan-bahan berupa fiber untuk membuat beton. Semen juga digunakan untuk membuat material-material yang akan digunakan sebagai komponen dalam pekerjaan konstruksi seperti bata berlubang, ornamen cetak dan lain-lain. 
 
  Semen (cement) adalah hasil industri dari bahan baku : batu kapur (gamping) sebagai bahan utama dan lempung (tanah liat) atau bahan pengganti lainnya dengan hasil akhir berupa padatan berbentuk bubuk (bulk) tanpa memandang proses pembuatannya, yang mengeras atau membatu pada pencampuran dengan air.

Jenis-Jenis Semen
Sesuai dengan kebutuhan pemakai, maka para pengusaha industri semen berusaha untuk memenuhinya dengan berbagai penelitian, sehingga ditemukan berbagai jenis semen.
  1. Semen Portland
  2. Water proofed cement
  3. Semen Putih
  4. High Alumina Cement
  5. Semen Anti Bakteri
  6. Oil Well Cement (OWC)
  7. Semen Campur
SEMENT PORTLAND (OPC)
Semen portland diklasifikasikan dalam lima tipe yaitu :

1. Tipe I (Ordinary Portland Cement)
Semen Portland untuk penggunaan umum yang tidak memerlukan persyaratn khusus seperti yang dipersyaratkan pada tipe-tipe lain.
Tipe semen ini paling banyak diproduksi dan banyak dipasaran

2. Tipe II (Moderate sulfat resistance)
Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan terhadap sulfat atau panas hidrasi sedang.Tipe II ini mempunyai panas hidrasi yang lebih rendah dibanding semen Portland Tipe I. Pada daerah–daerah tertentu dimana suhu agak tinggi, maka untuk mengurangi penggunaan air selama pengeringan agar tidak terjadi Srinkege (penyusutan) yang besar perlu ditambahkan sifat moderat “Heat of hydration”. Semen Portland tipe II ini disarankan untuk dipakai pada bangunan seperti bendungan, dermaga dan landasan berat yang ditandai adanya kolom-kolom dan dimana proses hidrasi rendah juga merupakan pertimbangan utama.

3. Tipe III (High Early Strength)
Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan kekuatan yang tinggi pada tahap permulaan setelah pengikatan terjadi. Semen tipe III ini dibuat dengan kehalusan yang tinggi blaine biasa mencapai 5000 cm2/gr dengan nilai C3S nya juga tinggi. Beton yang dibuat dengan menggunakan semen Portland tipe III ini dalam waktu 24 jam dapat mencapai kekuatan yang sama dengan kekuatan yang dicapai semen Portland tipe I pada umur 3 hari, dan dalam umur 7 hari semen Portland tipe III ini kekuatannya menyamai beton dengan menggunakan semen portlan tipe I pada umur 28 hari
4. Tipe IV (Low Heat Of Hydration)
Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan panas hidrasi rendah.Penggunaan semen ini banyak ditujukan untuk struktur Concrette (beton) yang massive dan dengan volume yang besar, seprti bendungan, dam, lapangan udara.Dimana kenaikan temperatur dari panas yang dihasilkan selama periode pengerasan diusahakan seminimal mungkin sehingga tidak terjadi pengembangan volume beton yang bisa menimbulkan cracking (retak). Pengembangan kuat tekan (strength) dari semen jenis ini juga sangat lambat jika dibanding semen portland tipe I

5  Tipe V (Sulfat Resistance Cement)
Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan tinggi terhadap sulfat. Semen jenis ini cocok digunakan untuk pembuatan beton pada daerah yang tanah dan airnya mempunyai kandungan garam sulfat tinggi seperti : air laut, daerah tambang, air payau dsb

WATER PROOFED CEMENT
Water proofed cement adalah campuran yang homogen antara semen Portland dengan “Water proofing agent”, dalam jumlah yang kecil seperti : Calcium, Aluminium, atau logam stearat lainnya.Semen ini banyak dipakai untuk konstruksi beton yang berfungsi menahan tekanan hidrostatis, misalnya tangki penyimpanan cairan kimia.

WHITE CEMENT (SEMEN PUTIH)
Semen putih dibuat umtuk tujuan dekoratif, bukan untuk tujuan konstruktif. Pembuatan semen ini membutuhkan persyaratan bahan baku dan proses pembuatan yang khusus, seperti misalnya bahan mentahnya mengandung oksida besi dan oksida manganese yang sangat rendah (dibawah 1 %).

HIGH ALUMINA CEMENT
High Alumina cement dapat menghasilkan beton dengan kecepatan pengersan yang cepat dan tahan terhadap serangan sulfat, asam akan tetapi tidak tahan terhadap serangan alkali. Semen tahan api juga dibuat dari High Alumina Cement, semen ini juga mempunyai kecepatan pengerasan awal yang lebih baik dari semen Portland tipe III. Bahan baku semen ini terbuat dari batu kapur dan bauxite, sedangkan penggunaannya adalah antara lain :
  • Rafractory Concrette
  • Heat resistance concrete
  • Corrosion resistance concrete
SEMEN ANTI BAKTERI
Semen anti bakteri adalah campuran yang homogen antara semen Portland dengan “anti bacterial agent” seperti germicide.Bahan tersebut ditambahkan pada semen Portland untuk “Self Desinfectant” beton terhadap serangan bakteri dan jamur yang tumbuh. Sedangkan sifat-sifat kimia dan fisiknya hampir sama dengan semen Portland tipe I. Penggunaan semen anti bakteri antara lain :
  • Kamar mandi
  • Kolam-kolam
  • Lantai industri makanan
  • Keramik
  • Bangunan dimana terdapat jamur pathogenic dan bakteri
OIL WELL CEMENT
Oil well cement adalah semen Portland semen yang dicampur dengan bahan retarder khusus seperti asam borat, casein, lignin, gula atau organic hidroxid acid. Fungsi dari retarder disini adalah untuk mengurangi kecepatan pengerasan semen, sehingga adukan dapat dipompakan kedalam sumur minyak atau gas.Pada kedalaman 1800 sampai dengan 4900 meter tekanan dan suhu didasar sumur minyak atau adalah tinggi.Karena pengentalan dan pengerasan semen itu dipercepat oleh kenaikan temperature dan tekanan, maka semen yang mengental dan mengeras secara normal tidak dapat digunakan pada pengeboran sumur yang dalam. Semen ini masih dibedakan lagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan API Spesification 10 1986, yaitu :
KELAS A
Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila sifat-sifat khusus tidak dipersyaratkan
KELAS B
Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila kondisi membutuhkan tahan terhadap sulfat sedang
KELAS C
Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila kondisi membutuhkan sifat kekuatan tekan awal yang tinggi
KELAS D
Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 sampai 3050  meter, dengan kondisi suhu dan tekanan  yang sedang
KELAS E
Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 3050 sampai 4270  meter, dengan kondisi suhu dan tekanan  yang tinggi
KELAS F
Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 3050 sampai 4880  meter, dengan kondisi suhu dan tekanan  yang tinggi
KELAS G
Digunakan untuk cementing mulai surface casing sampai dengan kedalaman 2440 meter, akan tetapi dengan penambahan accelerator atau retarder. Dapat digunakan untuk semua range pemakaian, mulai dari kelas A sampai kelas E
BLENDED CEMENT (SEMEN CAMPUR)
Semen campur dibuat karena dibutuhkannya sifat-sifat khusus yang tidak dimiliki oleh semen portland. Untuk mendapatkan sifat khusus tersebut diperlukan material lain sebagai pencampur.Jenis semen campur :
  1. Semen Portland Pozzolan (SPP)
  2. Portland Pozzolan Cement (PPC)
  3. Portland Blast Furnace Slag Cement
  4. Semen Mosonry
  5. Semen Portland Campur (SPC)
  6. Portland Composite Cement (PCC)
Semen Portland Pozzolan (SPP)/(PPC)
Semen Portland pozzolan (SPP) atau dikenal juga sebagai Portland Pozzolan Cement (PPC) adalah merupakan semen hidrolisis yang terdiri dari campuran yang homogen antara semen Portland dengan bahan pozzolan (Trass atau Fly Ash) halus, yang diproduksi dengan menggiling klinker semen Portland dan bahan pozzolan bersama-sama atau mencampur secara merata semen Portland dan bahan pozzolon atau gabungan antara menggiling dan mencampur.

Portland Blast Furnace Slag Cement
Portland Blast Furnace Slag Cement adalah semen Portland yang dicampur dengan kerak dapur tinggi secara homogen dengan cara mencampur bubuk halus semen Portland dengan bubuk halus slag atau menggiling bersama antara klinker porland dengan butiran slag.  Activitas slag (Slag Activity) bertambah dengan bertambahnya ratio CaO + MgO/SiO2 + Al2O3 dan glass content. Tetapi biasanyan keberadaan ratio oksida dan glass Content tersebut saling berkebalikan. Beberapa sifat slag semen adalah sabagai berikut :
    1. Jika kehalusannya cukup, mempunyai kekuatan tekan yang sama dengan semen portland.
    2. Betonnya lebih stabil dari pada beton semen portland
    3. Mempunyai permebility yang rendah
Semen Masonry
Semen masonry pertama kali diperkenalkan di USA, kemudian berkembang kebeberapa negara.Secara tradisional plesteran untuk bangunan umumnya menggunakan kapur padam, kemudian meningkat dengan dipakainya semen portland yang dicampur dengan kapur padam. Namun karena dianggap kurang praktis maka diperkanalkan Semen Masonry .
Portland Composite Cement (Semen Portland Komposit) PCC
Menurut SNI 17064-2004, Semen Portland Campur adalah Bahan pengikat hidrolisis hasil penggilingan bersama sama terak (clinker) semen portland dan gibs dengan satu atau lebih bahan anorganik, atau hasil pencampuran antara bubuk semen portland dengan bubuk bahan bahan anorganik lain. Bahan anorganik tersebut antara lain terak tanur tinggi (blastfurnace slag), pozzoland, senyawa silika, batu kapur, dengan kadar total bahan anorganik 6 – 35 % dari massa semen portland composite. Menurut Standard Eropa EN 197-1 Portland Composite Cement atau Semen Portland Campur dibagi menjadi 2 Type berdasarkan jumlah Aditive material aktif
1.      Type II/A-M mengandung 6 – 20 % aditif
2.      Type II/B-M mengandung 21 – 35 % aditif
Kalau pada Portland Pozzolan Cement (Semen Portland Pozzolan) aditif yang digunakan hanya 1 jenis maka pada Portland Composite Cement ini aditif yang digunakan lebih dari 1 jenis atau 2 jenis maka semen ini dikelompokkan pada TERNARY CEMENT.

Cara Pembuatan Semen

Bahan Baku :
  • Batu Kapur
  • Tanah Liat
  • pasir besi
  • pasir silikat
  • gypsum
Proses Pembuatan Semen
  • Proses Basah
  • Proses Kering
yang membedakan kedua proses ini adalah pada proses penggilingan dan homogenisasi.
Proses Pembuatan Semen:
  • Quarry : Bahan tambang berupa batu kapur, batu silika,tanah liat, dan material-material lain yang mengandung kalsium, silikon, alumunium, dan besi oksida yang diekstarksi menggunakan drilling dan blasting.
  • Crushing :Pemecahan material material hasil penambangan menjadi ukuran yang lebih kecil dengan menggunakan crusher.
  • Conveying:Bahan mentah ditransportasikan dari area penambangan ke lokasi pabrik untuk diproses lebih lanjut dengan menggunakan belt conveyor.
  • Raw mill (penggilingan) :Proses Basah penggilingan dilakukan dalam raw mill dengan menambahkan sejumlah air kemudian dihasilkan slurry dengan kadar air 34-38 %.Material-material ditambah air diumpankan ke dalam raw mill. Karena adanya putaran, material akan bergerak dari satu kamar ke kamar berikutnya.Pada kamar 1 terjadi proses pemecahan dan kamar 2/3 terjadi gesekan sehingga campuran bahan mentah menjadi slurry. Sedangkan, pada proses kering, terjadi di Duodan Mill yang terdiri dari Drying Chamber, Compt 1, dan Compt 2. Material-material dimasukkan bersamaan dengan dialirkannnya gas panas yang berasal dari suspension preheater dan menara pendingin. Pada ruangan pengering terdapat filter yang berfungsi untuk mengangkut dan menaburkan material sehingga gas panas dan material berkontaminasi secara merata sehingga efisiensi dapat tercapai. Terjadi pemisahan material kasar dan halus dalam separator.
  • Homogenisasi:Proses Basah, slurry dicampur di mixing basin,kemudian slurry dilairkan ke tabung koreksi; proses pengoreksian. Sedangkan pada proses kering terjadi di blending silo dengan sistem aliran corong.
  • Pembakaran (pembentukan clinker): Terjadi di dalam kiln. Kiln adalah alat berbentuk tabung yang di dalamnya terdapat semburan api. Kiln di design untuk memaksimalkan efisiensi dari perpindahan panas yang berasal dari pembakaran bahan bakar.  
  •  
  •  
  •  Sumber :
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Semen
    https://rdianto.wordpress.com/2010/01/03/jenis-jenis-semen/
    https://shinqueena.wordpress.com/semen-dan-proses-pembuatannya/
    http://www.rudydewanto.com/2010/03/b7.html
    http://gagahrudyhermawan.blogspot.co.id/2015/01/dampak-positif-dan-negatif.html
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMiCYYMDYHuKWIdVzz7qo8eRvUtHR1Wa8t4nCcCMEY-odatuvPvJnQBMJMAfYMEMcnSPDZZHsdjYXPMZWcBem6RuDb4fM-PRxqLpSDhK-P-OebOxKC1lXLgMkYrzOAdU6WR9BrXC3K_Wrc/s1600/2409121217_1506110837-proses-pembuatan2.jpg