KATA PENGANTAR
Alhamdulillah
puji syukur atas kehadirat Allah SWT
sehingga dengan rahmatNya lah tugas
makalah “Penderitaan Kehidupan” mata
kuliah Ilmu Budaya Dasar sudah dapat diselesaikan dengan baik.
Penyusun mengambil tema tentang penderitaan kehidupan di masyarakat
karena penderitaan itu kadang dialami atau dirasakan oleh masyarakat. Oleh
karena itu penyusun menggagas tema ini.
Penyusunan makalah ini untuk tugas makalah Ilmu Budaya
Dasar Universitas Gunadarma, Karena penyusunan makalah ini tidaklah sempurna
saya selaku penyusun meminta saran dan kritik supaya ke depannya kesalahannya
dapat di minimalisir lagi.
Jakarta,
April 2016
Ashar Muallidiniyah
2
DAFTAR ISI
Kata Pengantar......................................................................................................2
Daftar Isi...............................................................................................................3
Bab 1 Pendahuluan...............................................................................................4
1.1 Latar Belakang................................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah...........................................................................................4
1.3 Tujuan Penulisan.............................................................................................4
Bab 2 Pembahasan................................................................................................5
2.1 Pengertian
Penderitaan...................................................................................5
2.2 Penyebab Munculnya
Penderitaan..................................................................5
2.3 Hubungan Manusia
dan Penderitaan..............................................................6
2.4
Macam-macam
Penderitaan............................................................................6
2.5 Kekalutan Mental............................................................................................8
Bab 3
Penutup......................................................................................................10
3.1
Kesimpulan.....................................................................................................10
3.2
Saran...............................................................................................................10
Daftar Pustaka......................................................................................................11
3
BAB 1
Pendahuluan
1.1
Latar Belakang
Penderitaan termasuk
realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang
berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu Juga menentukan berat
tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh
seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu
penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah
awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Penderitaan adalah hal yang kerap kali ditemukan dalam kehidupan manusia, penderitaan sering kita lihat di telefisi sehingga dengan hal tersebut sangat menariklah untuk kami bahas.
Penderitaan adalah hal yang kerap kali ditemukan dalam kehidupan manusia, penderitaan sering kita lihat di telefisi sehingga dengan hal tersebut sangat menariklah untuk kami bahas.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan penderitaan?
2.
Kenapa penderitaan sering dialami oleh manusia?
3. Apa sajakah Faktor-faktor dan Tanda-tanda orang yang mengalami penderitaan?
3. Apa sajakah Faktor-faktor dan Tanda-tanda orang yang mengalami penderitaan?
4.
Apa sajakah hubungan penderitaan dengan manusia?
5.
Apa sajakah jenis-jenis penderitaan?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui mengapa penderitaan sering kali dialami manusia.
b. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang timbul pada menusia yang mengalami penderitaan.
4
Bab 2
Pembahasan
2.1 Pengertian Penderitaan
Penderitaan
berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra
artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan
sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau
lahir batin.
Penderitaan
termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat,
ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan
berat-tidalmya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap
penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain.
Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang,
atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
2.2 Penyebab Munculnya Penderitaan
Penderitaan yang muncul karena suatu penyakit atau siksaan. Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan atau azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimism dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu. Banyak contoh kasus penderitaan semacam ini dialami manusia. Beberapa kasus penderitaan dapat diungkapkan berikut ini : Seorang anak lelaki buta sejak diahirkan, diasuh dengan tabah oleh orang tuanya. Ia disekolahkan, kecerdasannya luar biasa. Walaupun ia tidak dapat melihat dengan mata hatinya terang benderang. Karena kecerdasannya, ia memperoleh pendidikan sampai di universitas dan akhirnya memperoleh gelar doctor di Universitas Sourbone Perancis. Dia adalah Prof.Dr. Thaha Husen, guru besar Universitas di Kairo, Mesir.
2.3 Hubungan Manusia dan Penderitaan
Allah adalah pencipta segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Dialah yang maha kuasa atas segala yang ada isi jagad raya ini. Beliau menciptakan mahluk yang bernyawa dan tak bernyawa. Allah tetap kekal dan tak pernah terikat dengan penderitaan. Mahluk bernyawa memiliki sifat ingin tepenuhi segala hasrat dan keinginannya. Perlu di pahami mahluk hidup selalu membutuhkan pembaharuan dalam diri, seperti memerlukan bahan pangan untuk kelangsungan hidup, membutuh air dan udara. Dan membutuhkan penyegaran rohani berupa ketenangan. Apa bila tidak terpenuhi manusia akan mengalami penderitaan. Dan bila sengaja tidak di penuhi manusia telah melakukang penganiayaan. Namun bila hasrat menjadi patokan untuk selalu di penuhi akan membawa pada kesesatan yang berujung pada penderitaan kekal di akhirat.
5
Manusia sebagai mahluk yang berakal dan berfikir, tidak hanya menggunakan insting namun juga pemikirannya dan perasaanya. Tidak hanya naluri namun juga nurani. Manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling mulia namun manusia tidak dapat berdiri sendiri secara mutlah. Manusia perlu menjaga dirinya dan selalu mengharapkan perlindungan kepada penciptanya. Manusia kadang kala mengalami kesusahan dalam penghidupanya, dan terkadang sakit jasmaninya akibat tidak dapat memenuhi penghidupanya. Manusia memerlukan rasa aman agar dirinya terhidar dari penyiksaan. Karena bila tidak dapat memenuhi rasa aman manusia akan mengalami rasa sakit. Manusia selau berusaha memahami kehendak Allah, karena bila hanya memenuhi kehendak untuk mencapai hasrat, walau tidak menderita didunia, namun sikap memenuhi kehendak hanya akan membawa pada pintu-pintu kesesatan dan membawa pada penyiksaan didalam neraka.
Manusia didunia melakukan kenikmatan berlebihan akan membawa pada penderitaan dan rasa sakit. Muncul penyakit jasmani juga terkadang muncul dari penyakit rohani. Manusia mendapat penyiksaan di dunia agar kembali pada jalan Allah dan menyadari kesalahanya. Namun bila manusia tidak menyadari malah semakin menjauhkan diri maka akan membawa pada pederitaan di akhirat. Banyak yang salah kaprah dalam menyikapi penderitaan. Ada yang menganhap sebagai menikmati rasa sakit sehingga tidak beranjak dari kesesatan. Sangat terlihat penderitaan memiliki kaitan dengan kehidupan manusia berupa siksaan, kemudian rasa sakit, yang terkadang membuat manusia mengalami kekalutan mental. Apabila manusia tidak mampu melewati proses tersebut dengan ketabahan, di akherat kelak dapat menggiring manusia pada penyiksaan yang pedih di dalam neraka.
2.4 Macam-macam penderitaan
1. Penderitaan terhadap anak-anak
Menurut data tahun 2013 Badan PBB untuk Anak-anak, UNICEF. Lembaga itu menguak, 1 dari 10 anak perempuan di dunia mengalami pelecehan seksual.
Sementara, 6 dari 10 anak di seluruh dunia, yang total jumlahnya mencapai 1 miliar, mengalami kekerasan fisik antara usia 2-14 tahun.
Berbekal data dari 190 negara, UNICEF mencatat bahwa seluruh anak-anak di dunia secara terus menerus dilecehkan secara fisik maupun emosional mulai dari pembunuhan, tindakan seksual, bullying, dan penegakkan disiplin yang terlalu kasar. Anak – anak yang harusnya mendapatkan kasih sayang, pada kenyataannya malah mendapatkan penderitaan yang begitu besar. Berikut adalah contoh penderitaan pada anak anak:
6
- Penjualan anak dibawahh umur, penjualan anak dibawah umur ini merupakan kegiatan yang ilegal dan ditentang dengan hukum. Namun di negara negara eropa, benua afrika, banyak memperdagangkan anak kecil atau anak dibawah umur untuk dikirim ke berbagai negara.
2.Penderitaan terhadap Remaja
Penderitaan
yang dirasakan oleh banyak remaja di dunia saat ini ialah karna berbagai macam
faktor. Berikut adalah contoh penderitaan pada remaja:
- Di afrika dan nigeria, penderitaan dialami para remaja berumur 16-19 tahun. Dia dipaksa untuk menikah dengan para pemberontak di negara mereka.
3.Penderitaan
terhadap orang dewasa atau orangtua
Penderitaan
bukan hanya menimpa anak anak, remaja, tetapi juga banyak menimpa orang dewasa
atau orang tua. Tentu penderitaan yang dialaami berbeda dengan sebelumnya.
Penderitaan orang dewasa atau orang tua banyak disebabkan karna kurangnya
financial atau keuangan untuk menjalani hidup. Berikut adalah contoh – contoh
penderitaan pada orang dewasa atau orang tua:
- Susahnya mencari pekerjaan dan harga sembako yang semakin meningkat drastis, membuat orang tua atau orang dewasa yang sudah berkeluarga terkdanag harus berpikir keras bagaimana untuk meafkahi kelurganya. Ini juga merupakan suatu penderitaan yang diterima secara batin.
7
4.Berikut akan disebutkan penderitaan dan
penyebabnya
Penderitaan
yang terjadi karena perbuatan manusia. Biasanya ini terjadi akibat perbuatan
yang buruk dilakukan kepada orang lain, tetapi nasib ini bisa diperbaiki
agar mrnjadi baik jadi manusia lah yang bisa memperbaiki dan nasib buruk itu
manusia penyebabnya.
- Orang tua yang tega membunuh anaknya sendiri karena faktor keuangan, ketidak sempurnaan fisik anak dan lain sebagainya.
- Akibat bencana alam banyak manusia yang mengalami gangguan kesehatan dan ada pula yang meninggal dunia karena bencana tersebut.
- Penganiayaan terhadap pembantu sendiri dikarenakan kerja yang kurang memuaskan.
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar. Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental
adalah :
· Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
· Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
· Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita bais jasmana maupun rokhani
· Usaha mempertahankan diri dengan cara negative
· Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalam gangguan
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
a. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
b. T erjadinya konflik sosial budaya
c. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan social
8
Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negative. Posotf; trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya. Negatif; trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan mengalami fustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk fustasi antara lain :
1. Agresi berupa kamarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hypertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.
2. Regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitive atau kekanak-kanakan.
3. Fiksasi; adalah peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu.
4. Proyeksi; merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negative kepada orang lain.
5. Identifikasi; adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya.
6. Narsisme; adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari paa orang lain.
7. Autisme; ialah menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasinya sendiri yagn dapat menjurus ke sifat yang sinting.
Penderitaan kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1. kota – kota besar
2. anak-anak muda usia
3. wanita
4. orang yang tidak beragama
5. orang yang terlalu mengejar materi
Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
2. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, atau ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, mislanya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup, dan sebagainya. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti. Misalnya sifat anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, dan lainlain.
9
Bab 3
Penutup
3.1 Kesimpulan
Penderitaan merupakan bagian dari hidup kita yang sudah diatur oleh yang
mahakuasa.walaupun penderittan itu mebawa banyak kepdihan dalam hidup tetapi
kita tidak boleh menyerah.Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya
meneruskan kelangsungan hidup. caranya yaitu berjuang menghadapi tantangan
hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada, dan disertai
doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka. Manusia hanya
merencanakan dan Tuhan yang menentukan.3.2 Saran
1) Setiap Manusia haruslah lebih bijak dalam menghadapi setiap permasalahan.
2) Menghadapi penderitaan tidaklah mudah, namun semua itu jangan dijadikan beban, karena semua permasalahan pasti ada solusinya, dan hal itu bisa terjadi jika seseorang tersebut yang berkeinginan untuk merubahnya.
10
Daftar Pustaka
https://rosyiedrai.wordpress.com/makalah/91-2/
https://metakalasari.wordpress.com/2010/06/09/pengertian-penderitaan/
https://arfanart.wordpress.com/2012/06/13/manusia-dan-penderitaan/
http://aero-7.blogspot.co.id/2012/04/manusia-dan-penderitaan.html
http://kampoeng-it.blogspot.co.id/2012/06/pengertian-penderitaan-penderitaan.html
http://akiliblogspotc.blogspot.co.id/2011/12/contoh-kasus-penderitaan.html
https://debbychintyatari.wordpress.com/2013/05/12/hubungan-manusia-dan-penderitaan/
https://terangsaja.wordpress.com/2014/12/28/contoh-contoh-bentuk-penderitaan-siksaan-dan-kekalutan-mental-dalam-kehidupan-sehari-hari-tulisan-iii/
11